Rabu, 20 Juni 2018

Pengawas Tk.SD Kec.CITTA "Nekat"



Berdasarkan Surat edaran Ka.Dinas Pendidikan Kab.Soopeng tertanggal 08 Juni 2018 Tentang laporan hasil pemantauan Kehadiran ASN setelah Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri.
Menindak lanjuti hal surat tersebut, Pengawas Tk.SD Kec.Citta Bpk. SUDIRMAN, S.Sos., S.Pd dalam kiatnya untuk dapat memantau dan meninjau hari pertama masuk Sekolah di binaan Wilayah Kerjanya yaitu di Kecamatan Citta khususnya. Namun bencana Banjir ini sempat menghalangi akses yang sering dilewatinya menuju tempat kerjanya terhalang di jalan Lenrang karena luapan air menggenangi ruas jalan tersebut. Mengingat tugas utamanya sebagai Pengawas ia pun tak pernah surut dalam semangatnya sehingga ia berbalik haluan setir balik lagi ke Cabbeng menuju ke Lajoa untuk dapat bisa tembus ke Kecamatan Citta. Setelah berjuang untuk dapat tembus, ia pun bethasil sampai dan meninjau langsung ke beberapa sekilah binaannya. Patri dedikasinya patut diapresiasi.



Kurang lebih 24 jam hujan deras mengguyur di pehuluan Sungai Walanai dan di Kecamatan Citta khususnya Desa Kampiri dan sekitarnya, akhirnya luapan air tak terbendung lagi sehingga menimbulkan Banjir. Sementara luapan air Sungai Walanae di Kampiri mengakibatkan akses jalan menuju ke Citta sempat pengendara roda 2 dan 4 tertatih tatih untuk dapat melewati jalan tersebut, sebagian rumah warga di beberapa RT terendam termasuk SDN.94 Kampiri juga ikut terendam.




Dihari pertama masuk sekolah banjir pun sudah mulai surut pelan pelan, namun kini menyisakan material lumpur dan sampah berserakan dimana mana.
Kepala Sekolah SDN.94 Kampiri Bpk. LAENRE, S.Pd memimpin langsung rekan guru guru lainnya dalam hal kerja bakti membersihkan ruangan kelas, ruang guru dan merapikan dokumen dokumen penting yang sempat terkena air banjir.






Sebelum sy akhiri tulisan ini, sedikit saya mau menghimbau kepada semua silessurekku malibbeE nasaba Mariki berpikir Positif, janganki panik dgn kondisi alam yg trjadi saat ini nasaba trkadang kita langsung berasumsi bahwa banjir adalah suatu bencana alam yang tidak ada manfaatnya. Padahal engkamuto dampak positifna.
Iyyanaritu :

1. Melatih Kreativitas
Taperhatikan jolo, dengan adanya banjir, nulle tuu muncul ide'ta untuk membangun rumah dengan pondasi yang lebih tinggi. Nappa, Dengan adanya banjir, kita jadi memiliki ide untuk belajar renanf yarega bikin lopi" trbauat dri batang pisang yarega awo bambu.
Dengan adanya banjir, kita jadi memiliki ide untuk mengubah gerobak menjadi alat transportasi yang nyentrik.
Magatasedding, betapa kreatifnya kita ketika banjir datang. Jika saja tak ada banjir, mungkin tak akan ada ide-ide unik semacam itu dii..!

2. Menjadi Ajang Sosialisasi yang Baik
Ketika banjir, Hal semacam ini dapat membuat kita lebih banyak bersosial dengan orang-orang di sekitar kita. Belum lagi seusai banjir nanti, kita akan bergotong royong untuk membersihkan lingkungan. Ini juga menjadi salah satu ajang sosialisasi yang baik.

3. Mengingatkan Kita Untuk Mencintai Alam.
Banjir juga bisa menjadi salah satu 'APPARENGNGARANG'  agar tidak merusak lingkungan dengan cara menebang pohon atau membuang sampah sembarangan.

Jadi, Sitongenna positif yarega tidaknya suatu kejadian bergantung pada sudut pandang kita sendiri, mau mengambil hikmahnya atau mau mengeluh saja.

By. Andi Rahmayuddin, S.Pd
Salamakki tapada Salama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas kunjungan anda

Kerahkan aparat Kec. Citta bersihkan lumpur di SDN.94 Kampiri.

Pasca-banjir yang menerjang puluhan rumah warga dan Fasilitas umum lainnya di Desa Kampiri Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng. Aparat ...