Minggu, 17 Juni 2018

Wisata Alam Citta mulai diminati para pelancong





#AyoKeSoppeng.
#AyoKeCitta.

Tdk hanya di luar daerah sj, di Soppeng jg byk destinasi wisata yg indah slh1x ada di Lereng Gunung Citta lebih tepatx di Kawasan Wisata Alam Citta. Saat KWA Permandian Citta memang sdh mjdi primadona wisatawan lokal, keindahan alam gunung memang sangat mengagumkan, dan juga jernihx memang menjadi daya tarik yang luar biasa. Tdk hanya kejernihan airnya saja yg menjadi daya tarik tersendiri, akan tetapi pojok taman berfotox sangat menarik utk dijadikan latar moment dan pepohonanx yg menjulang tinggi n menghijau.

Sebelum saya lanjutkan tulisan ini, Alangkah baiknya kita mengetahui dulu keadaan geografis Citta.





Citta merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Luasnya adalah 40 km2 atau 2,7 persen dari total keseluruhan luas daerah Soppeng. Citta merupakan hasil pemekaran dari kecamatan Liliriaja pada 2007 dan menjadi Kecamatan ke-8 di Kabupaten Soppeng. Berjarak sekitar 35km, Citta merupakan kecamatan terjauh dari ibukota Soppeng. Kecamatan Citta beribukota di Watancitta dan memiliki 4 Desa yaitu Citta, Labae, Kampiri, dan Tinco.






Kawasan Wisata Alam Citta / Permandian Alam. Airnya begitu jernih dan dingin karena langsung mengalir dari mata air dibawah akar pohon besar yang sampai sekarang masih tetap kokoh berdiri menjulang sehingga menjadi daya tarik para pengunjung lokal maupun interlokal untuk melihat langsung dan menikmati dinginnya air jernih yang masih melimpah ruah.








Salah satu pengunjung Andi Syahrul Darmawan (Mahasiswa UNM) mengatakan, Tempat wisata permandian di Desa Citta, Kecamatan Citta, Lokasi ini berpotensi besar menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat jika benar benar dapat perhatian penuh dari Pemerintah. Tempat wisata ini memiliki dua kolam renang tersebut belum terkelola dengan maksimal. Satu kolam renang juga dijadikan warga sekitar sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian. Sementara lokasi pembuatan kolam masih luas yang belum tergarap maksimal.
Warga yang berada di sekitaran Kawasan Wisata Alam khususnya warga Kecamatan Citta sangat mengharapkan sekali perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Soppeng agar dapat membangun KWA lebih maksimal sehingga bisa bersaing dengan objek objek wisata lain yang berada di Kab.Soppeng, dan yang pastinya perekonomian Masyarakat tentu akan lebih meningkat.



Pantauan Permandian alam Citta ini juga merupakan menjadi salah satu pilihan utama para pelancong yang ingin mengisi waktu liburannya disetiap akhir pekan bahkan dihari hari libur besar seperti libur dihari raya sangat ramai dikunjungi meskipun dimusim kemarau melanda airnya tetap jernih dan tidak pernah kering.
Pelan pelan dari pemerintah setempat memoles sedikit dengan memberikan ornamen pendukung latar sebagai kebutuhan foto-foto kepada para pengunjung untuk mengabadikan momentum pentingnya.





Diakhir goresan singkat ini tentang KWA Citta, saya ingin mengajak para pembaca untuk mengetahui sedikit Sejarah singkat asal muasal nama CITTA.

Suatu hari Sang Raja dan para prajuritnya sedang berburu Rusa di wliayah ini. Ketika siang hari sang Raja kelelahan dan merasa dahaga sehingga Sang Raja istirahat dan berteduh di bawah pohon, kemudian Sang raja memanggil pengawalnya untuk mengantarkan air minum, namun persedian air minum untuk raja telah habis. Diperintahkanlah sang pengawal memanggil semua prajurit untuk menghadap sang raja dan ditanya masih adakah yang punya persediaan air minum?. Namun semua prajuritpun kehabisan air minum. Maka Sang raja yang sedang dahaga memerintahkan beberapa prajuritnya berpencar mencari sumber air, namun tidak lama kemudian para prajurit yang diperintahkan mencari sumber air kembali dengan tangan kosong, tak seorang pun mendapatkan air.
Sang Raja mulai kebingungan dan rasa dahaga semakin mendera tenggorokannya. Namun tiba-tiba datang seekor Anjing berbuluh hitam milik Sang Raja, mengendus endus dan sekujur tubuhnya basa kuyup. Kemudian Anjing tersebut berlari-lari kecil menuju suatu tempat, dengan isyarat tubuh Anjing yang basah kuyup Sang Raja memerintahkan prajuritnya segera membuntuti Anjingnya.
Adapun kalimat yang diucapkan Sang Raja yang bergelar Mangkau ketika prajuritnya membuntuti sang anjing yaitu CIDDAI-CIDDAI, Dari kalimat perintah itulah asal mula nama kampung ini yaitu “CIDDAI”.yang berarti “LEBIH CEPAT” Kemudian berubah menjadi “CITTA”.
Ketika para prajurit tiba ditempat yang ditunjukkan sang Anjing dengan isyarat mengendus-endus , tiba tiba prajurit melihat ada mata air yang memancar dari bawah tanah. Lalu Sang Raja memerintahkan mengeruk tanah yang menghalangi aliran air yang memancar itu. Dan lama kelamaan aliran air jernih itu semakin meluap sampai sekarang.



___________________________
Oleh. @Andi Rahmayuddin,S.Pd

Selasa, 12 Juni 2018

Miris

Oleh. Andi Rahmayuddin, S.Pd
(Guru SDN.94 Kampiri Kec.Citta)

Sejenak kududuk istrahat di samping salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kota Watansoppeng sambil memalingkan muka kesegala arah memperhatikan orang-orang yang sedang beraktifitas. Suara kendaraan yang lalu lalang di jalan raya menambah suasana panasnya terik matahari makin berasa, kulepas jaket sambil ngibaskan ke tubuh untuk menyejukkan suhu badan, pelan-pelan perasaan jadi adem. Tampak dari jauh seorang anak kecil menenteng gitar kecilnya sedang mengayuhkan langkahnya ke arah di mana tempat saya duduk istrahat, sesampainya di hadapanku dia pun langsung pasang posisi, atur nada lanjut dengan melantunkan sebuah lagu jaman sekarang. Saya pun ikut berdendang dengan gerakan seok-seok refleks sambil mengikuti lirik demi lirik dengan gerakan bibir lifshyng seolah olah jadi vocalis dari petikan gitarnya, hmmmm...lumayan terasa terhibur dan cukup menyejukkan suasana rasa gerah.

Seusai satu buah lagu dinyanyikan, sang anak pun mengambil topi dari kepalanya lalu ditengadahkan sambil mengarahkan ke semua orang-orang yang ada di sekitaran saya, sesampai didepanku, saya tidak langsung menyuguhkan uang receh, saya ajak si anak ini ngobrol sebentar. Orang-orang disekitar saya ikut memperhatikan apa yang saya obrolkan. Dek, masih sekolah ya?. Iya Om, masih!. Ujarnya. Sudah kelas berapa?. Udah kelas 5 Om! Sekolah dimana? Disalah satu sekolah di sini Om!. Oooo.! Boleh gak nyanyikan 1 buah lagu lagi, nanti saya kasi lebih recehannya!, pintaku. Boleh om, Lagu apa?
Saya sempat terdiam sambil menerawang dan berpikir, lagu apa yang harus dinyanyikan lagu berikutnya sama anak ini.
"Dek, aku minta nyanyikan lagu Nasional, boleh kan.!? Orang-orang disekitaran saya tertawa, entah apakah lucu permintaan saya atau gimana. Anak ini tidak langsung jawab permintaanku, "Maaf om, saya belum bisa iringi lagu Nasional dengan gitar". Ujarnya!. Oo gak apa apa, yang penting nyanyi.! Si anak ini pun terdiam sejenak, "lagu Nasional ya om?" Ujarnya lagi. "iya".!
Ia pun mulai bernyanyi, bait 1 dan 2 masih lancar, bait berikutnya ia mulai terbatah batah sampai dia gak tau sama sekali. Nyanyiannya pun terhenti, tampak mimiknya berusaha untuk mengingat syairnya namun tidak bisa juga, kubilang yaa kalau memang belum bisa hafal jangan dipaksakan. Tapi lain kali diusahakan dihafal lagu ini ya krn ini lagu-lagu Nasional kita sebagai warga Indonesia. "Iya om.! ujarnya.

Lalu saya ajukan satu pertanyaan sama anak ini tentang kewarganegaraan. Sampai sampai dia gak bisa jawab, aku pun gak terlalu menuntut untuk dia jawab. Langsung saja saya alihkan suasana dengan memberikan uang recehan lebih kepada si anak ini sesuai kesepakatan sebelumnya. Setelah dia menerima, ia bergegas beranjak pergi meninggalkan kerumunan sesekali dia menoleh ke arahku dengan tatapan sendu seolah olah dia merasa bersalah terhadap dirinya sendiri karna permintaan dari saya tidak maksimal dia bawakan, namun dibalik tatapannya saya balas dengan memberi acungan 2 jempol dari jauh sebagai apresiasi sudah menghibur kami, ia pun melangkah dengan ploong setelah melihat respon jempol dari saya.

Setelah lepas dari pandanganku sama anak itu, kuterdiam sejenak memikirkan kejadian barusan sama anak ini tadi. Ooo ada apa kok anak ini sampai gak bisa menghafal dan tidak tau permintaan serta pertanyaanku tadi. Apa penyebabnya, apakah karna lingkungannya, atau..!?
hmmmm M I R I S S
Diakhir tulisan singkatku ini, Marilah kita mulai dari sekarang bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri dan jiwa kita untuk memajukan bangsa kita tercinta, menumbuhkan rasa cinta Indonesia, contoh ringan saja menghafalkan lagu lagu nasional, dll. Menanamkan nilai pancasila yang sejak dulu sudah ada, Menerapkan dan mengamalkannya yang terkandung didalam tubuh Pancasila dan UUD 1945, Menegakkan Hukum yang seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya jangan yang kaya punya uang banyak meskipun salah tapi tetap dibenarkan, yang miskin gak punya uang meskipun benar tapi disalahkan.
Zaman mungkin saja boleh berubah dengan seiring berjalannya waktu, tapi rasa cinta indonesia dan nasionalisme harus tetap ada dalam jiwa generasi muda indobesia.


Merdeka, hiduplah Indonesia raya.
Oleh. Andi Rahmayuddin, S.Pd

Minggu, 10 Juni 2018

Pengawas Tk.SD Wil. Kec.Citta adakan Sosialisasi



Meskipun hari ini sudah dimulai libur panjang sesuai dengan ketetapan kalender Pendidikan Nasional, lain halnya yang ada di Wilayah kerja Pendidikan Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng, hari ini para Kepala UPT SPF SDN dan Operator Sekolah (Pahlawan Data) se-Kecamatan Citta melakukan kegiatan penting yaitu Sosialisasi Penyusunan Kurikulum di Tahun Ajaran baru dan Pemetaan Mutu Pendidikan di SDN.94 Kampiri yang dipimpin oleh Pengawas Tk.SD Bpk. SUDIRMAN, S.Sos., S.Pd. Ini adalah salah satu wujud nyata dedikasi tinggi akan kemajuan dan terwujudnya Pendidikan bermutu yang di anut oleh para Pahlawan Tanda Jasa yang diprakarsai oleh Bapak Pengawas dan Pemangku Pendidikan di Kab.Soppeng.
Dalam pemaparan pembukaan Pengawas Tk.SD  menghimbau dan memberikan wewenang lebih kepada sekolah dalam menyusun kurikulum pendidikan sesuai panduan dan petunjuk dari Dinas Pendidikan. Menurutnya, kewenangan itu penting karena kurikulum pendidikan nasional hanya mengatur pendidikan secara umum. Kurikulum KTSP dan K13 itu penting, secara teoritis sudah benar karena sekolah memiliki hak otonomi menyusun kurikulumnya sendiri. Kurikulum nasional hanya mengatur secara umum.
Sistem Pemetaan Mutu Pendidikan dasar dan menengah bertujuan menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan dasar dan menengah secara sistemik, dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara menyeluruh serta sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.
Dalam himbauan Bapak Pengawas mengatakan bahwa, disinilah peranan penting seorang Operator Sekolah seiring dengan semakin banyak dan kompleksnya tugas-tugas operator sekolah saat ini, sehingga perannya pun semakin besar. Operator Sekolah saat ini bukan hanya menjadi petugas profesional data namun juga sebagai referensi sumber informasi di suatu sekolah. Karena seringkali informasi apapun yang terkait dengan pendidikan dipastikan Rekan-rekan Operator Sekolah akan tahu duluan via internet tentunya.
                               LAENRE, S.Pd
               Kepala UPT.SPF SDN.94 KAMPIRI

Menghaturkan banyak terima kasi atas kunjungan pertemuan para Kepala Sekolah di tempat kami sekaligus mengucapkan Mohon Maaf Lahir Batin.


_______________________________________
Oleh @Andi Rahman SM

Sabtu, 09 Juni 2018

IGI Kab.Soppeng Berbagi sesion 2 di Lilirilau



Kegiatan Baksos IGI Kab.Soppeng kembali lagi digelar di Cabbeng pada sesion ke 2 tepatnya di simpang pertigaan, setelah sesion pertama sukses dilaksanakan di bundaran 72 kota Kalong Soppeng.
Takjil yang sudah disiapkan kali ini sama banyak dan lebih cepat terdistribusi kepada para khalayak ramai khususnya yang 6menjalankan ibadah puasa. Alhamdulillah paket takjilnya habis.

Tampak keakraban dan kebersamaan team dalam pembagian takjil yang dingayomi oleh Ketua dan Wakil Ketua IGI Bpk. Dr. Nur Alim, S.Pd., M.Pd dan Bpk. Muh.Husni, S.Pd., M.Pd.


Harapan kegiatan Baksos ini, IGI Kab.Soppeng bisa memberi dan menyajikan nilai nilai pembelajaran terhadap kader kader IGI untuk
Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai sarana aktualisasi diri untuk membantu sesama, Memberi motivasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran untuk berbagi terhadap sesama serta mempererat hubungan kekeluargaan dengan masyarakat.


Tujuan lain diadakan baksos ini untuk memberi pemahaman terhadap masyarakat luas bahwa orang orang yang berada dilingkup IGI adalah Guru. Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu. Guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.


Terlepas dari tugas dan tanggung jawab sebagai Guru, Guru kembali untuk menempa diri dan sadar bahwa kita ini adalah makhluk sosial, perlu bermasyarakat dan memang kita adalah mitra utama masyarakat untuk mewujudkan cita cita Bangsa ini yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa.


Nantikan kegiatan IGI Berikutnya..
Wasalam.
_______________________________________________
@Andi Rahman Sulo Mappatappa.

IGI Kab.Soppeng Berbagi

IGI_Kab_Soppeng_Berbagi

Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Soppeng.
Para Malaikat Allah SWT di Bulan Suci Ramadhan telah menjadi saksi kegiatan Bakti Sosial Religi IGI Kab.Soppeng yang dilaksanakan di Bundaran Lamungpatue 72 berupa Berbagi Takjil kepada yang menjalankan ibadah puasa hari ini yang diprakarsai oleh para Tokoh-tokoh Pengurus IGI Tingkat Kabupaten Soppeng.
Dari kotak takjil yang disediakan panitia Alhamdulillah dalam hitungan menit langsung habis laris manis dan disambut baik para pengendara yang berlalu lalang di jalan raya seputaran bundaran Taman Kalong. Ketua IGI Kab.Soppeng Bpk.Dr.NUR ALIM, M.Pd turun langsung dalam pembagian kotak takjil beserta team lainnya.
Usai kegiatan dilakukan, Wakil Ketua IGI Bpk. Muh.HUSNI, M.Pd beserta team bergegas langsung ke Grand Asia untuk berbuka puasa bersama. Cita rasa pun berasa dalam hangatnya kebersamaan.
Dalam kegiatan Bakti Sosial ini terselenggara atas partisipasi dan panggilan hati yang penuh ikhlas dari para anggota IGI dengan sumbangsi dana dari setiap anggota tanpa ditentukan berapa nominalnya. Sistem penggalangan dana ini dilakukan dua cara yaitu Donasi tunai nominal (WA) dan transfer ke rekening IGI (118-01-008483-53-6 An. IGI Soppeng) Alhamdulillah akhirnya terkumpul menjadi beberapa Rupiah.
Sementara itu, mengutip ucapan dari selaku Koordinator penggalangan dana sdr. Muh.ARFAN MUBARAK,S.Pd (mewakili pengurus inti) menyampaikan ucapan Terimah Kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi, sumbangsi, dan donasi bapak/ibu dalam menyukseskan kegiatan ini. Syukur Alhamdulillah melihat antusiasme bapak ibu dalam memberikan dukungannya. Semoga mendapat balasan Pahala Yang Berlipat Ganda dari Allah SWT,, Amiinn,,!! dan semoga IGI Kabupaten Soppeng bisa lebih baik Kedepannya dalam segala hal,,!! Amiin,,!! dalam ujarannya.
Semoga dalam kegiatan Bakti Sosial Religi IGI berbagi ini, kita dapat mengambil hikmahnya bahwa Ketika kita berbagi maka kita sudah merasa menjadi manusia yang bermanfaat sedangkan bermnfaat adalah sebaik-baik manusia. ”Khoirunnas A’anfauhum linnas”. Dengan berbagi maka insya Allah rasa kepuasan yang tak ternilai  dalam diri itu akan hadir.
Berbagi itu indah ,berbagi itu berfaidah, dan berbagi itu berkah.
Terhikma untuk berbagi dengan harapan semoga kita semua terkhusus para anggota IGI bisa diilhami dalam hal berbagi itu;
1. mulia.
2. bersyukur
3. amanah
4. Prestasi,
5. Investasi di akhirat ,
Semoga kita dan Anggota IGI adalah Pribadi-pribadi yang senantiasa mempunyai rasa senang untuk berbagi.
"Hidup ini sekali, maka jadikanlah hidup yang sekali ini mempunyai arti tertinggi dihadapan illahi Robbi"

Inilah IGI, Aku IGI, Kami IGI dan Kita semua adalah IGI.
Karna IGI memiliki VISI :
▪ Memperjuangkan mutu,
▪ Pofesionalisme, dan
▪ Kesejahteraan guru Indonesia,
▪ Serta turut secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dan

IGI memiliki MISI :
▪ Mewujudkan peningkatan mutu, profesionalisme, kesejahteraan, perlindungan profesi guru, dan pengabdian kepada masyarakat.
▪ Menjadi sarana dan wadah interaktif guru untuk tukar-menukar pengalaman, ide, dan berbagi dalam cara mengajar, pendekatan, metode, strategi dan teknik mengajar, serta hal-hal baru dalam dunia pendidikan.
▪ Memajukan pendidikan nasional, keguruan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
▪ Menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk meningkatkan kemajuan pendidikan, mutu, profesionalisme, dan kesejahteraan guru.

Tertanda,
Pengurus IGI Kabupaten Soppeng
Ketua            : Dr. Nur Alim, S.Pd., M.Pd
Wakil Ketua  : Muh. Husni, S.Pd., M.Pd
Sekretaris     : Firmansyah, S.Pd
Wakil             : 1. M.Arfan Mubarak, S.Pd
                         2. Andi Takdir, S.Pd
Bendahara   : Eka Agustina, S.Pd.

Anggota :
1. Saya, dkk
2. ☺
3. ☺
▪▪▪



_________________________
Oleh : Andi Rahman Sulo Mappatappa.

Rabu, 06 Juni 2018

Pappaseng tomatua riolo






Malam sebelum berangkat ke Batu-Batu, kumendekat pada ayahanda. "Etta, tapagguru mana' pattula' doti..", sergahku tanpa basa-basi. Beliau mengangkat muka dari halaman majalah Panjimas yang ditekurinya sejak tadi. "Alako mai polopEng sibawa karetasa', nak..", sahutnya singkat. Kubergegas ke kamar mandi mengambil air wudlu. Pernah kudengar bahwa jika menerima suatu ilmu gaib (makkanrE guru), sebaiknya dalam keadaan suci. Apalagi, dengar-dengar dulu ayahandaku adalah bekas ajudan Kahar Muzakkar di Baraka'. Waah, pasti aku akan diwariskan ilmu yang hebat, pikirku.

Maka kududuk bersila dengan takzim dihadapan beliau. Songkok hitam kupasang di kepala dengan rapinya. Pulpen kupegang erat-erat standby diatas lembaran buku memo bagai wartawan Ibukota sedang mewawancarai Pak Gubernur. "dengarlah dan simak baik-baik. Tulislah dengan tulisan paling indah yang bisa kau buat untuk ilmu ini...", ujarnya dengan irama lambat-lambat. "NarEkko mupakEi iyE paddissengengngE, na nakennamopako abalaa, aja'na mumakkutana. Nasaba' pura totoomu manitu polE ri Puang Allahu Ta'ala lao ri alEmu, nalinrungi dEcEng ri monrinna ritu....". Berdebar-debar jantungku, waah... Ilmu ini pasti akan membuatku sakti.

PadEcEngini okiina, Bacoo.. !
Aniniiri 2, mupoadai 1, mupogau'i 1, muingerrangngi 2, muallupai 2 mulolang ri tengngana padammu rupa tau.

1. Aja' mucellai pojinna tauwwE...
2. Aja' murEkEngngi appunnanna tauwwE...
3. Poadai anu sitinaja weddingngE napurio tauwwE...
4. Pogau'i gau' sitinaja weddingngE napudEcEng tauwwE...
5. Ingngerrangngi pappEdEcEngna tauwwE lao ri idi'...
6. Ingngerrangngi asalammu lao ri tauwwE...
7. Allupaiwi pappEdEcEngmu lao ri tauwwE...
8. Allupaiwi asalangna tauwwE lao ri idi'..



Nainappa mupaddeppE alEmu ri Puang Allahu Ta'ala, muwEllauwi pabbirittana tongeng-tongengngE mabbola ri lanro alEmu. IyanaE riyaseng pakEang salama', salama lao ri idi' paimeng lao ripadatta rupa tau.

"...jaji agana palE' baca-bacana, Etta ?", tanyaku dengan perasaan gamang plus sedikit kecewa. "masa cuma begitu doang ?", protesku dalam hati. Beliau memandangiku dalam-dalam seraya tersenyum. " IyyE paddissengengngE, tania baca. NaEkiya iyyanaE toddo' pulii temmalara'na Tau dEcEngngE."...

Andi Rahman SM

Senin, 04 Juni 2018

Ungkapan Leluhur Bugis (To Riolo

PAPPASENG TORIOLO/PETUAH AORANG BUGIS

Di kalangan Bangsa Bugis, mungkin tidak asing di telinga kita ungkapan-ungkapan leluhur (To Riolota). Ungkapan Tradisonal sebagai aspek budaya yang diakui mengandung nilai-nilai yang perlu dilestarikan. Hal semacam ini sekarang sudah sangat langka. Hanya sesekali ada terdengar diucapkan oleh orang-orang tua disaat ada pertemuan tradisi (acara Budaya). Selain kandungan yang ada didalamnya juga segi sastranya sangat halus, sampai tidak mudah dibuat oleh orang.

Ungkapan ini biasanya disampaikan kepada anak untuk melakukan sesuatu kebiasaan baik yang baik maupun tidak baik, tetapi membuatkan semacam sebab akibat yang sangat ditakuti oleh si anak. Misalnya ibu mati, dia bisa pendek umur, ia terlambat besar. Begitu pula sebaliknya, ada yang sesungguhnya diperintahkan melakukannya, dengan akibat baik apabila dilakukannya.

Beberapa Ada-ada To Riolo yang merupakan nasihat orang tua kepada anaknya antara lain sebagai berikut:



1.MAUNI COPPO' BOLANA GURUTTA' RIUJA MADORAKAMONI'

Artinya : Walaupun bubungan atap rumah
Guru yang dicela, maka kita pun berdosa.

FungsI : Agar anak senantiasa menghormati Gurunya.

Nilai : Pendidikan akhlak.



2.AJA' MUOPPANG NASABA MATEI MATI INDO'MU

Artinya : Jangan Engkau tidur tengkurap/ meniarap, nanti mati ibumu.

Fungsi : Supaya anak menghentikan kebiasaan yang merugikan dirinya yakni bisa berakibat sesak nafas

Nilai : Pendidikan kesehatan.



3. NAREKKO PURANI RIACCINAUNGI PASSIRING BOLANA TAUWE TEMPEDDINNI RINAWA-NAWA MAJA

Artinya : Kalau kita sudah berteduh dibawah atap rumahnya seseorang, sudah tidak boleh lagi dibenci (diusahakan ia binasa).

Fungsi : Supaya anak tahu menghargai budi orang lain.

Nilai : Pendidikan akhlak



4. AJA MULEU RI TANAE, KONALLEKKAIKO MANU-MANU MATEITU INDO'MU

Artinya : Jangan kamu baring ditanah, karena kalau ada burung melewatimu ibumu akan mati.

Fungsi : Supaya anak jangan mengotori dirinya.

Nilai : Pendidikan kesehatan.



5. AJA MUALA AJU PURA RETTE' WALIE NAKOTENNA IKO RETTE'I, AJA' TO MUALA AJU RIPASANRE'E, KOTENNA IKO PASANREI

Artinya : Jangan kau ambil kayu yang sudah dipotong ujung dan pangkalnya. Dan jangan pula engkau ambil kayu yang tersandar, kalau bukan kau yang sandarkan.

Fungsi : Supaya anak tahu menghargai hak orang lain.

Nilai : Pendidikan kejujuran.



6. AJA MUINUNG TETTONG, MALAMPEI LASOMU

Artinya : Jangan minum berdiri, nanti panjang kemaluanmu.

Fungsi : Supaya gelas tidak jatuh/pecah.

Nilai : Memelihara keselamatan barang.



7. AJA MUNAMPUI TANAE, MATARUKO

Artinya : Jangan menumbuk tanah, karena kamu bisa jadi tuli.

Fungsi : Supaya anak tidak mengotori dirinya sendiri.

Nilai : Pendidikan kebersihan.



8. NGOWA NA KELLAE, SAPU RIPALE PAGGANGKANNA

Artinya : Loba dan tamak, berakibat kehampaan.

Fungsi : Supaya anak tahu mensyukuri yang ada (sedikit tapi halal).

Nilai : Pendidikan untuk menghormati hak orang lain (tidak serakah)



9. AJA MUANRE TEBBU RI LEUREMMU, MATEI INDO'MU

Artinya : Jangan makan tebu ditempat tidurmu, akan mati ibumu.

Fungsi : Supaya anak tidak kotor, dan dikerumuni semut.

Nilai : Pendidikan kebersihan.



10. RICAU AMACCANGNGE, RIABBIASANGENGNGE

Artinya : Kalah kepintaran dari kebiasaan atau pengalaman.

Fungsi : Supaya anak rajin membiasakan diri belajar.

Nilai : Pendidikan kepatuhan.



11. Aja Muakkelong Riyolo Dapureng, Tomatowa Matu Muruntu’

Artinya : Jangan menyanyi di muka dapur, jodohmu nanti orang tua.

Fungsi : Supaya anak tahu menempatkan sesuatu pada posisinya masing-masing.

Nilai : Pendidikan ketertiban.



12.GETTENG LEMPU ADATONGENG

Artinya : Tegas, jujur serta berkata benar.

Fungsi : Supaya anak teguh pada pendirian,,jujur, dan berbudi bahasa yang baik.

Nilai : Pendidikan mental.



13. Aja Mubuangi Sanru’e, Maponco Sunge tauwe.

Artinya : Jangan menjatuhkan sendok, kita pendek umur.

Fungsi : Supaya sendok tak jatuh kotor.

Nilai : Pendidikan kebersihan.



14. Komuturusiwi Nafessummu, padaitu mutonanginna lopi Masebbo’E.

Artinya : Kalau kamu menuruti nafsumu, sama saja engkau menumpang perahu bocor.

Fungsi : Kalau tidak tahu mengendalikan diri, pasti binasa.

Nilai : Pendidikan untuk mengendalikan diri (amarah).



15. Engkatu Ada Matarengngi Nagajangnge.

Artinya : Ada perkataan lebih tajam dari keris.

Fungsi : Supaya anak memelihara selalu bahasanya kepada orang lain.

Nilai : Pendidikan akhlak.



16. Naiyya Balibolae, Padai Selessurengnge.

Artinya : Adapun tetangga itu sama dengan saudara.

Fungsi : Supaya kita menghormati tetangga.

Nilai : Pendidikan akhlak bermasyarakat.



17. Aja Mutudang risumpangnge, Mulawai dalle’E.

Artinya : Jangan duduk dimuka pintu, kau menghambat rezeki.

Fungsi : Supaya anak tidak menghalangi orang yang mau lewat.

Nilai : Pendidikan Tatakrama.



18. Rekko Mupakalebbi’i Tauwe, Alemutu Mupakalebbi.

Artinya : Kalau kamu memuliakan orang, berarti dirimulah yang kau muliakan.

Fungsi : Agar anak senantiasa memuliakan dan menghargai orang lain.

Nilai : Pendidikan Tatakrama.



19. Aja’ Muasseringangngi Pale’mu, Sapu ripalekko.

Artinya : Jangan jadikan sapu telapak tanganmu, nanti kamu hampa tangan.

Fungsi : Supaya anak jangan mengotori tangannya, dan bisa kena benda tajam.

Nilai : Pendidikan kebersihan.



20. Aja Mutudangiki angkangulungnge, malettakko.

Artinya : Jangan menduduki bantal, nanti kau kena bisul.

Fungsi : Agar anak tidak merusak alat tempat tidur.

Nilai : Pendidikan untuk tetap memelihara peralatan.



21. Anreo Dekke inanre, Namalampe Welua’mu.

Artinya : Makanlah Nasi yang hangus pada dasar periuk supaya panjang rambutmu.

Fungsi : Membuat anak mau saja makan nasi yang tidak baik (hangus).

Nilai : Pendidikan pembiasaan anak tidak mubazir.



22. Resopa Natemmangingngi, Malomo nNletei Pammase Dewata Artinya : Hanya kerja disertai ketekunan, mudah mendatangkan rezeki Tuhan. Fungsi : Agar anak tidak malu bekerja keras untuk mendapat rezeki. Nilai : Pendidikan kerajinan dan ketekunan.



23. Naiyya Olokolo’E Tuluna Riattenning, Naiyya Tauwe Adanna Riattenning.

Artinya : Kalau binatang, talinyalah yang dipegang, kalau manusia perkataannya yang dipegang.

Fungsi : Agar anak konsisten dapat menepati perkataannya. Nilai : Pendidikan kejujuran (akhlak).



24. Cicemmitu tauwe Tai ri lalengnge, Idi’na sini riaseng. Artinya : Sekali kita berak di jalan, maka kitalah yang selalu dituduh.

Fungsi : Jangan sekali-kali kita berbuat yang tidak baik, karena selalu kitalah yang dituduh kalau ada perlakuan yang sama.

Nilai : Pendidikan anak jangan melakukan yang buruk.



25. Panni’na manue muanre, Malessiko lari.

Artinya : Sayapnyalah ayam yang kau makan, jadinya kau kuat lari.


Fungsi : Supaya anak tidak manja dalam memilih makan.

Nilai : Pendidikan agar anak tidak membuat masalah terhadap makanan keluarga.



26. AJA MURENNUANGNGI ANU DEE RI LIMAMMU

Artinya : Janganlah engkau terlalu mengharapkan apa yang belum ada pada tanganmu.

Fungsi : Supaya tidak terlalu berani mengharapkan barang (uang) yang belum tentu didapat (hari) itu.

Nilai : Peringatan agar tidak meremehkan janji, sampai salah jadinya

Semoga ungkapan trasisonal ini bisa menjadi tuntunan bagi kita semua.
@Andi Rahmayuddin, S.Pd

Minggu, 03 Juni 2018

Refleksi Kinerja Pendidikan Wil.Kecamatan Citta




Meskipun didera hujan pagi" tampak antusiasme para pejuang tanda jasa berbondong" ke satu titik tempat tepatnya di SDN.96 Citta guna menghadiri suatu pertemuan penting


Pertemua kali ini dihadiri seluruh personil dri 8 SDN dan 2 TK yang ada di Wilayah kerja Kecamatan Citta, baik PNS maupun Non PNS tanpa terkecuali




Pertemuan ini dipimpin oleh Bapak Sudirman, S.Sos., S.Pd selaku Pengawas Pendidikan Tk.SD Kec.Citta dan Bapak A.Sappe, S.Pd selaku Koordinator Pendidikan Wilayah Kec.Citta.
Dalam pemaparan Sosialisasi Pengawas berupa;
evaluasi kinerja Guru, Penerimaan Siswa Baru (PSB), dan Kalender Pendidikan. Dalam orasinya kepada para Pelaku Pendidikan disampaikan berupa arahan teknis pendidikan yang akan dijalankan pada Tahun Ajaran baru 2018 - 2019 dan meminta kepada seluruh pelaku pendidikan mari secara bersama sama untuk saling transparan dengan keluhan keluhan masalah pendidikan, mohon disampaikan, ujar beliau.
Mengutip kesimpulan sambutan Bapak Koordinator Pendidikan bahwa, mari bersama sama untuk selalu intropeksi diri supaya progres mutu pendidikan bisa meningkat khususnya di Kecamatan Citta.


Demikian goresan singkat ini.
Andi Rahmayuddin, S.Pd

Kerahkan aparat Kec. Citta bersihkan lumpur di SDN.94 Kampiri.

Pasca-banjir yang menerjang puluhan rumah warga dan Fasilitas umum lainnya di Desa Kampiri Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng. Aparat ...